About the Server

Manifesto Kami,

Hari ini, kami dari Tim/Komunitas Sains Terbuka Indonesia mendeklarasikan naskah Kebangkitan Sains Terbuka Indonesia pada Hari Rabu 20 Mei 2020, sekaligus sebagai hari Pra-Rilis RINarxiv.


  1. Indonesia sebagai bagian dari komunitas riset global membutuhkan saluran publikasi cepat, terpercaya dan bertanggung jawab. Posisi Indonesia sebagai bangsa yang pernah dijajah, memiliki banyak kendala psikologis untuk memunculkan kekuatan risetnya.
  2. Situasi publikasi akademik dunia tidak memungkinkan itu terjadi tanpa andil dari penerbit komersial yang telah banyak mempengaruhi iklim akademik di Indonesia dan negara-negara belahan selatan (Global South) lainnya. Alih-alih mengutamakan kemandirian, kualitas, dan kerjasama, secara langsung atau tidak langsung mereka telah menggeser persepsi ekosistem riset di Indonesia ke arah ketergantungan, prestise, dan persaingan.
  3. Kehidupan akademik di Indonesia telah terbelenggu dengan rantai dan dikelilingi dinding tebal yang dibuat sendiri. Kondisi ini tanpa disadari justru akan membuatnya terpisah dari jejaring riset internasional yang saat ini mengutamakan keterbukaan, komunikasi, dan kolaborasi.

Untuk memberikan dukungan dan semangat kepada ekosistem riset Indonesia, RINarxiv hadir kembali dengan wajah baru, tim baru, serta dukungan infrastruktur dari PDDI LIPI. PDDI LIPI telah memulai semangat keterbukaan saat meluncurkan layanan Repositori Ilmiah Nasional (RIN | rin.lipi.go.id) yang dinisiasi pada tahun 2015, diperkenalkan (soft launching) pada tahun 2018, dan diresmikan pada tahun 2019.

Sudah selayaknya infrastruktur pengarsipan didesain untuk menyebarluaskan hasil riset yang didedikasikan sebesar-besarnya untuk kemaslahatan rakyat.

Salam,
Tim RINarxiv

Ikuti informasi kami di Twitter @RINarxiv